vitamin b3

Vitamin B3 yang memiliki nama lain Niacin ini merupakan salah satu dari 8 jenis vitamin B kompleks yang berfungsi dalam proses metabolisme tubuh dan menyediakan energi bagi tubuh. Vitamin ini ditemukan pada tahun 1937 ketika diadakan penelitian antara pola makan terhadap penyakit pellagra. Ketika itu, penyakit pellagra umum ditemukan pada kelompok manusia yang sehari-hari mengkonsumsi jagung tanpa banyak mendapatkan tambahan pangan lain. Pada saat itu dibuktikan pula dengan dosis asam nicotinik (salah satu bentuk dari niacin) rutin, pellagra dapat disembuhkan.

Niacin atau vitamin B3 adalah senyawa organik yang mengandung nikotinamid alkaloid yang selanjutnya dikenal luas sebagai vitamin B3. Pada pertengahan tahun 1950-an vitamin B3 dipergunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dan terapi pencegahan serangan jantung. Proses ini tergolong sukses karena dibuktikan bahwa dengan pemberian niacin kepada pasien, tercatat peningkatan HDL (kolesterol yang berguna dan berperan aktif bagi tubuh) dan adanya penurunan LDL serta trigliserida.

Bersama vitamin B kompleks lainnya, vitamin B3 dipergunakan untuk mengobati berbagai macam gangguan kesehatan. Bentuk asupannya pun beragam. Baik secara alami melalui bahan makanan alami, tablet vitamin ataupun cairan vitamin, suplemen energi hingga suntikan langsung. Dosis normal harian adalah di kisaran 3 mg s/d 15 mg dan karena vitamin B3 larut dalam air, kelebihan vitamin B3 akan dibuang melalui cairan tubuh. Meski demikian tetap disarankan agar menjaga dosis vitamin B3 dalam ambang batas kebutuhan tubuh saja agar tidak mengganggu kesehatan.

Sumber Vitamin B3

Berbagai macam bahan pangan mengandung vitamin B3 atau niacin ini. Hampir semua jenis bahan alami ini sering kita temui dalam makanan sehari-hari dan tidak sulit untuk mendapatkannya. Hanya saja, dalam kasus tertentu, apabila kesulitan menemukan bahan-bahan alami sumber vitamin B3, bisa diganti dengan konsumsi suplemen vitamin yang mengandung vitamin B kompleks lengkap, terutama vitamin B3.

Di bawah ini beberapa sumber alami yang baik dan mengandung vitamin B3:

  • Ikan tuna
  • Ikan salmon
  • Daging unggas (tanpa lemak)
  • Jamur
  • Asparagus
  • Daging sapi
  • Telur
  • Susu
  • Hati (domba memiliki kandungan vitamin B3 tertinggi dibandingkan hati hewan lain)
  • Mangga
  • Kacang tanah
  • Kacang almond
  • Ragi
  • Kentang manis

Manfaat Vitamin B3

Vitamin B3 seperti diketemukan pada awalnya berhubungan erat dengan penyakit pellagra, yaitu sejenis penyakit kulit dan gangguan pencernaan dengan gejala gangguan dermatitis (kulit kemerahan, kulit kasar, kehilangan nafsu makan, lemas), diare serta dimensional. Dengan memenuhi kebutuhan minimal 3mg per hari maka seseorang akan terhindar dari penyakit pellagra dan sebaliknya, kekurangan vitamin B3 dalam asupan pangan sehari-hari bisa mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan tersebut.

Niacin dalam bidang kedokteran digunakan untuk berbagai fungsi pengobatan. Dengan dosis hingga 500mg per hari, pengidap kolesterol tinggi niscaya dapat diturunkan level LDLnya untuk memperbaiki kondisi kolesterol tubuh. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa niacin dan bukan turunannya semacam niacimida yang dapat melakukannya. Suplemen atau obat-obatan yang biasa dipergunakan untuk keperluan umum, yakni dikisaran dosis 250mg atau kurang, tidak cukup untuk terapi penurunan angka kolesterol.

Untuk pasien yang terlanjur terkena sindrom pellagra, dokter akan memberikan niacimida dalam dosis yang dibutuhkan untuk mengatasinya. Biasanya untuk keperluan perawatan, dokter akan lebih memilih niacimida dibandingkan niacin dikarenakan niacimida tidak memiliki efek samping rasa gatal dan geli bagi si penderita.

Bagi penderita oestoarthitis yang umumnya memiliki gejala nyeri sendi, dosis vitamin B3 dapat mengurangi rasa nyeri, pembengkakan, serta meningkatan fleksibilitas sendi itu sendiri. Dengan mendapatkan perawatan vitamin B3, penderita oestoarthitis dapat mengurangi dosis obat penghilang rasa nyeri dengan takaran cukup signifikan.

Dalam bidang produk perawatan kecantikan, telah dikembangkan berbagai kosmetik yang berbasis vitamin B3. Diyakini, dalam beberapa tahun ke depan, produk-produk tersebut akan laris di pasaran karena sampai saat ini, berdasarkan hasil penelitian, produk kecantikan vitamin B3 yang langsung diterapkan pada kulit sangat efektif menjaga kelenturan kulit, memperhalus kulit wajah, anti penuaan dan terutama juga diyakini dapat mencegah kanker kulit.

Selain itu, vitamin B3 juga sering dipergunakan untuk berbagai perawatan dibawah ini :

  • Diabetes, tipe 1 dan tipe 2
  • Mengurangi resiko serangan jantung kedua bagi penderita penyakit kelainan jantung
  • Diare akibat kolera
  • Mencegah terjadinya katarak
  • Peningkatan kekuatan sel otak dalam tujuan pencegahan terhadap penyakit Alzheimer

Keracunan Vitamin B3

Secara umum, vitamin B3 aman dikonsumsi bagi tubuh manusia, terlebih lagi vitamin B3 mudah larut dalam air sehingga mudah pula dibuang oleh tubuh. Hanya saja beberapa reaksi alergi mungkin terjadi diikuti dengan rasa pusing, mual dan sebagian juga melaporkan adanya perasaan kehilangan arah. Sementara itu, penggunaan dosis tinggi secara rutin akan menimbulkan ruam-ruam kemerahan pada kulit yang biasanya juga diiringi oleh rasa gatal.

Penggunaan vitamin B3 yang disertai dengan konsumsi alkohol juga sangat tidak disarankan karena reaksi vitamin B3 terkadang menimbulkan kemerahan dan gatal pada kulit, sementara konsumsi alkohol akan memperparah kondisi ini. Disinyalir juga penggunaan vitamin B3 bersamaan alkohol akan memperburuk kerusakan liver yang umum terjadi pada pengguna alkohol.

Allopurinol adalah sejenis obat yang biasa dipergunakan untuk mengatasi asam urat. Asupan obat ini bersama vitamin B3 juga tidak disarankan karena vitamin B3 dapat memperparah kondisi asam urat si penderita.

Pola terapi dengan menggunakan takaran vitamin B3 lebih dari 50mg perhari dapat menimbulkan berbagai efek samping. Rasa gatal dan kulit kemerahan terutama pada wajah dan leher (yang umum disebut sebagai niacin flush) adalah salah satunya. Dosis tinggi niacin secara terus menerus juga sangat tidak disarankan kecuali dibawah pengawasan ahli. Pada angka diatas 50mg per hari vitamin B3 bisa digolongkan beracun. Kemungkinan timbulnya kerusakan jaringan hati/liver dan penyakit maag akut perlu diwaspadai bagi pasien yang mendapatkan terapi vitamin B3 dosis tinggi.


Demikian pengenalan vitamin B3 atau niacin yang ternyata mudah kita temui sehari-hari melalui makanan alami yang biasa kita konsumsi atau sumber-sumber vitamin B3 lainnya. Demi berbagai alasan yang disebabkan banyaknya manfaat vitamin B3, manusia terkadang membutuhkan dosis lebih vitamin B3 per hari dimana untuk memperolehnya biasa dibantu melalui konsumsi suplemen ataupun obat-obatan resep dokter.

Bagi pengguna rutin vitamin B3, harap selalu diperhatikan dosis terbaik dan selalu menggunakan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Hal ini perlu diwaspadai karena vitamin B3 dapat berbalik menyebabkan keracunan vitamin B3. Terlepas dari itu, dengan mengetahui lebih awal mengenai dampak efek samping dari niacin (atau niacimida turunan dari niacin) kita bisa mencegahnya, misalnya dengan menelas aspirin berbarengan ketika mengkonsumsi vitamin B3 dosis tinggi. Aspirin diyakini mengurangi efek samping dari vitamin B3 secara efektif.

Penulis : HEF (dari berbagai sumber)




Incoming search terms:

  • vitamin b3 untuk kulit
  • manfaat vitamin b3 untuk kulit
  • manfaat vitamin b3 untuk kulit wajah
  • fungsi vitamin b3
  • manfaat vitamin b3

Comments

comments