zat besi fe

Zat besi atau Iron adalah salah zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Adanya zat besi memungkinkan manusia memproduksi hemoglobin dan myoglobin dalam sel darah merah dan mengikat oksigen dari paru-paru lalu membagikannya ke seluruh jaringan tubuh. Ada dua macam zat besi yang aktif dalam tubuh manusia, yaitu heme-iron dan non-heme iron. Heme-iron umumnya berasal dari daging hewani, ikan dan jeroan sedangkan non-heme iron berasal dari tumbuh-tumbuhan, raisin serta makanan yang diperkaya oleh suplemen vitamin dan mineral.

Zat besi juga menjadi komponen penting dalam otot dan membantu laju pertumbuhan sel-sel tubuh. Zat besi secara normal berasal dari pola diet kita sehari-hari dimana kelebihan zat besi akan disimpan oleh tubuh untuk dipergunakan apabila berada dalam kondisi kekurangan asupan zat besi. Zat besi, tidak seperti kalsium, 100% berasal dari sumber luar dan tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

Tubuh yang sehat secara normal menyerap sekitar 10-15 persen zat besi yang masuk melalui makanan meski secara relatif penyerapan zat besi dipengaruhi oleh banyak hal. Jenis zat besi misalnya, mempengaruhi proses penyerapan tubuh. Heme-iron lebih mudah diserap tubuh ( berkisar hingga 35% penyerapan ) dan penyerapan ini tidak terlalu dipengaruh oleh nutrisi-nutrisi lain yang masuk bersamaan. Sedangkan untuk non-heme penyerapannya berkisar di angka 2-20 persen saja dan bisa dipengaruhi oleh zat nutrisi lain seperti tanin ( zat yang khusus dimiliki oleh daun teh ), kalsium, pholipenolamin, dan beberapa protein dari kedelai yang kesemuanya dapat menurunkan angka penyerapan zat besi secara signifikan. Mengkonsumsi non-heme iron berbarengan dengan vitamin C atau daging merah akan meningkatkan angka absorpsi zat besi. Faktor lain yang dapat mempengaruhi penyerapan adalah jumlah zat besi yang tersimpan dalam tubuh. Semakin banyak simpanan zat besi, tubuh akan memperlambat atau mengurangi penyerapan zat besi secara sistematis.

Sumber Zat Besi

Karena zat besi yang kita butuhkan semua berasal dari luar tubuh manusia, pola makan yang sehat dan mengandung zat besi yang mencukupi sangat disarankan. Beberapa sumber makanan dapat menjadi pilihan karena mengandung zat besi yang mencukupi kebutuhan kita. Untuk itu, kita perlu mengenal beberapa bahan makanan yang mengandung zat besi dan mudah kita temui sehari-hari.

  • Daging Merah
  • Telur
  • Ikan
  • Kacang-kacangan
  • Buah-buahan kering semacam raisin dan manisan buah
  • Kerang
  • Bayam
  • Selada
  • Hati sapi / ayam
  • Kedelai
  • Cereal bersuplemen
  • Susu

Karena zat besi bersifat tahan panas dan tidak mudah rusak, pengelolaan sumber makanan diatas tidak memerlukan pengendalian tertentu. Hanya saja perlu dicatat bahwa beberapa jenis nutrisi yang masuk berbarengan dengan zat besi dapat saling mempengaruhi dan zat besi dalam bahan makanan dapat beroksidasi sehingga tidak diserap tubuh secara maksimal.

Manfaat Zat Besi

Zat besi ada di setiap sel-sel jaringan tubuh manusia dan berfungsi vital, misalnya mengikat oksigen dari organ paru-paru dalam bentuk protein hemoglobin, menjadi media transportasi bagi elektron-elektron dalam sel aktif dalam bentuk cytochrome, memfasilitasi penggunaan dan penyimpanan oksigen dalam jaringan otot dalam bentuk myoglobin serta bagian integral dari metabolisme enzim dalam berbagai jaringan sel tubuh.

Dalam dunia medis, zat besi sering dipergunakan sebagai terapi penyembuhan untuk mengatasi gejala anemia yang disebabkan kekurangan zat besi yang umum terjadi. Sebagai suplemen, zat besi juga sering ditambahkan dalam asupan bagi ibu hamil dan menyusui dan bagi wanita yang sedang menstruasi. Secara normal, tubuh dapat menyimpan zat besi untuk keperluan selama beberapa tahun ke depan tanpa kekurangan, hanya saja perlu diperhatikan bahwa beberapa kondisi medis bisa menyebabkan simpanan zat besi tersebut terkuras cepat dan membutuhkan pergantian segera sebelum terjadi defisiensi zat besi dalam tubuh.

Kekurangan Zat Besi

Kelebihan zat besi yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan disimpan dan kemudian dapat dipergunakan saat tubuh mengalami kekurangan zat besi. Karena itu ketika pola diet kita terus menerus kekurangan zat besi pada akhirnya tubuh akan menghabiskan semua simpanan zat besi tersebut yang berujung pada kegagalan tubuh menjaga jumlah hemoglobin dalam darah. Kondisi medis ini dikenal sebagai anemia defisiensi zat besi.

Selain itu, beberapa faktor lain juga bisa menyebabkan defisiensi zat besi misalnya menstruasi dengan pendarahan hebat, kerusakan ginjal, defisiensi vitamin A ( yang mana vitamin A merupakan salah satu vitamin yang membantu proses pelepasan simpanan zat besi dalam tubuh ) dan beberapa gangguan pencernaan juga bisa mempengaruhi penyerapan zat besi. Takaran zat besi yang dianggap cukup memadai adalah 8,7 mg untuk pria dan 14,8 mg untuk wanita. Bagi atlet profesional yang selalu berlatih berat dan rutin ( atlet lari marathon, atlet wanita, atlet yang menjalani pola diet vegetarian ) membutuhkan 30% lebih daripada kebutuhan normal. Wanita yang sedang mendapatkan menstruasi juga disarankan menambah asupan zat besi untuk mencegah defisiensi zat besi.

Kekurangan zat besi bisa menimbulkan juga beberapa gejala sebagai berikut :

  • Nafas pendek-pendek dan rasa pusing
  • Rasa sakit di dada
  • Nyeri kepala
  • Nyeri pada kaki
  • Lidah terasa kering
  • Langit-langit mulut terasa kering

Pada sebagian orang, defisiensi zat besi bisa menyebabkan keinginan kuat untuk makan bahan-bahan yang bukan jenis makanan seperti kapur tulis dan tanah liat. Beberapa juga dilaporkan memiliki gejala bentuk kuku tangan dan kaki yang khas membulat di tengah.

Kelebihan Zat Besi

Kelebihan zat besi bisa menyebabkan berbagai gangguan meski umumnya bukan dikarenakan pola makan normal melainkan akibat mengkonsumsi suplemen mengandung zat besi dalam dosis tinggi. Bagi anak-anak dosis 200 mg zat besi sudah berbahaya sehingga disarankan untuk menjaga simpanan suplemen zat besi jauh dari jangkauan anak-anak dan segera hubungi tenaga medis apabila menemukan anak-anak yang menelan suplemen tinggi zat besi.

Bagi dewasa normal, beberapa gangguan juga mungkin terjadi akibat berlebihnya zat besi dalam tubuh terutama dalam organ yang bertugas menyimpan zat besi seperti hati dan jantung. Rasa nyeri pada sendi misalnya, bisa menjadi gejala awal berlebihnya zat besi dalam darah. Beberapa gejala lain yang bisa timbul akibat keracunan zat besi, seperti :

  • Menurunnya energi
  • Turunnya berat badan
  • Gangguan jantung
  • Kehilangan gairah seks
  • Impotensi
  • Kerusakan hati dan pankreas

Kelainan genetik yang dikenal sebagai hemocromatosis menyebabkan kegagalan fungsi tubuh dalam mengatur penyerapan zat besi. Akibatnya tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak zat besi sehingga menimbulkan efek keracunan zat besi. Beberapa terapi biasa digunakan untuk mencegah terjadi keracunan akibat berlebihnya kandungan zat besi dalam tubuh, misalnya dengan menghentikan asupan suplemen zat besi, cuci darah untuk mengurangi kadar zat besi atau penggunaan obat tertentu yang dapat membuang kandungan zat besi dalam darah.


Umumnya manusia normal yang tidak mengalami gangguan kesehatan tertentu bisa mencukupi kebutuhan zat besinya melalui pola makan yang seimbang. Baik kekurangan zat besi maupun berlebihan yang bisa dikategorikan keracunan zat besi, akan membahayakan kesehatan sehingga tetap disarankan menjaga kadar asupan zat besi, terutama bagi yang mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral.

Pengenalan zat besi dan  sumber zat besi bisa mengarahkan kita untuk lebih mengerti kerja dan manfaat zat besi serta asal mula zat besi yang tersimpan dalam tubuh. Dengan demikian kita bisa selalu menjaga kondisi kesehatan kita hingga masa yang akan datang.

Penulis : HEF (dari berbagai sumber)




Incoming search terms:

  • manfaat zat besi
  • apa yang akan terjadi jika tubuh kekurangan zat besi

Comments

comments