Potassium Kalium

Potassium kerap pula disebut dengan kalium. Mineral Potassium (Kalium) sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi sel dan listrik. Potassium merupakan ion positif primer (kation) yang banyak ditemukan pada sel-sel tubuh. Dalam 100 mililiter serum darah terdapat sekitar 4-5 miligram potassium. Sementara pada sel-sel darah merah kurang lebih ada 420 miligram potassium.

Potassium mudah terserap di usus kecil hingga mencapai penyerapan 90 persen. Namun jika potassium dalam sebuah makanan terkena pas tinggi, maka mudah rusak dan hilang. Sifatnya yang mudah larut membuat potassium sering ditemui pada urin dan keringat. Sehingga untuk menggantikan potassium yang hilang sebaiknya segera mendapatkannya dari buah dan sayuran

Sumber Potassium (Kalium)

Potassium (Kalium) mudah ditemukan pada buah-buahan dan sayuran. Sayuran hijau seperti bayam, peterseli, selada, dan brokoli adalah beberapa sumber terbaik dari potassium. Sayuran lainnya adalah kacang polong, tomat, dan kentang. Sementara untuk buah-buahan, potassium dapat diperoleh dari jeruk, pisang, apel, alpukat, kismis, dan aprikot. Dari sisi hewani, dapat diperoleh lewat salmon, sarden, dan ikan cod

Manfaat Potassium (Kalium)

Keberadaan potassium membantu kesehatan tubuh lebih optimal. Potassium (Kalium) membantu hal-hal berikut:

  1. Pengaturan kesembangan air dan keseimbangan asam-basa pada darah maupun jaringan.
  2. Saat potassium masuk ke dalam sel saraf berperan mengahasilkan potensial listrik yang membantu konduksi impuls saraf. Potensial listrik yang dibantu oleh mineral tersebut dapat memengaruhi kontraksi otot dan detak jantung.
  3. Potassium membantu metabolisme karbohidrat dengan mengubah glukosa menjadi glikogen yang nantinya disimpan dalan liver untuk cadangan energi.
  4. Potassium turut membantu noralnya pertumbuhan dan membangun otot tubuh.
  5. Potassium ikut menurunkan tekanan darah tinggi akibat respons berlebihan terhadap banyaknya garam di dalam tubuh. Dengan demikian, potassium sekaligus membantu pencegahan penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular lainya.
  6. Dalam beberapa kasus, potassium klorida diresepkan untuk kasus alergi, sakit kepala, dan kolik bayi.
  7. Potassium dipakai pula dalam terai penurunan berat badan, terapi dehidrasi, hingga tubuh lemah.

Kekurangan Potassium (Kalium)

Potassium (Kalium) mesti dipenuhi dalam kadar seimbang, tidak kekuranga dan berlebihan. Pada saat kekurangan mineral ini, ditemukan beberapa gejala pada seseorang. Kekuragan kalium kronis menimbulkan gejala kelelahan dan kelemahan. Otot menjadi lemah, refleks lambat, berjerawat, hingga kulit kering. Gejala dapat lebih parah dengan munculnya gangguan saraf, insomnia, detak jantung lambat dan tidak teratur, dan hilangnya tonus gastrointestinal.

Kekurangan Potassium (Kalium) secara mendadak menyebabkan aritmia jantung. Tulang juga bisa menjadi rapuh. Jika sampai parah sekali bisa berakhir dengan kematian.

Keracunan Potassium (Kalium)

Kelebihan asupan potassium (Kalium) sama buruknya saat kekurangan. Efek toksisitas yang dapat muncul adalah penurunan fungsi ginjal karena organ ini bekerja berlebihan untuk membersihkannya. Di samping itu bisa muncul infeksi, perdarahan gastrointestinal, dan pemecahan protein yang terlalu cepat. Dimungkinkan pula mengalami diare, muntah dan masalah pencernaan lainnya.




Incoming search terms:

  • potasium
  • manfaat potasium
  • kegunaan potas

Comments

comments