chromium Cr Krom

Chromium adalah sejenis logam yang juga dibutuhkan tubuh manusia dalam berbagai proses metabolisme dalam jumlah sedikit saja. Chromium belum secara detail dijabarkan mengenai mekanisme ataupun jumlah optimal yang dipergunakan oleh tubuh. Logam ini umumnya ditemukan dalam dua bentuk yaitu chromium 3+ (chromium trivalent) dan 6+ (chromium hexavalent). Hexavalent merupakan keluaran dari polusi industri sehingga dalam bahasan dunia kesehatan lebih difokuskan pada chromium 3+ saja.

Sementara itu chromium picolinate adalah senyawa yang sering dijual sebagai salah satu bahan suplemen kesehatan untuk mencegah atau mengobati gejala akibat defisiensi chromium pada tubuh manusia. Karena secara umum masyarakat lebih mengenal chromium sebagai chromium picolinate sehingga istilah chromium lebih condong ke arah chromium sebagai mineral tunggal sedangkan dalam bidang medis istilah chromium sering rancu dengan chromium picolinate ini.

Chromium bekerja sama dengan insulin yang dihasilkan oleh pankreas dalam proses metabolisme karbohidrat guna menghasilkan energi bagi tubuh. Selain itu, belum ditemukan proses biokimia tubuh secara pasti yang diidentifikasikan membutuhkan asupan rutin dari chromium. Berbagai alasan tersebut menyebabkan jarang sekali terjadi defisiensi chromium yang bisa ditemukan dan secara sinis beberapa kalangan menyebut chromium picolinate sebagai pilihan buruk dari suplemen.

Beberapa produsen kesehatan mengklaim bahwa chromium picolinate sebagai pendorong bagi atlet yang sedang membentuk tubuh (massa otot) dan menurunkan berat badan. Namun pandangan tersebut banyak mendapat bantahan dari berbagai studi kasus karena gagal menunjukan efek signifikan dari asupan rutin chromium picolinate tersebut, baik dalam pembentukan otot maupun penurunan berat badan.

Sumber Chromium

Tidak banyak sumber-sumber chromium yang dapat disebutkan karena jarang terdapat database lengkap mengenai sumber alami berupa makanan dan kadar chromium yang ada di dalamnya. Meski demikian, beberapa makanan bisa dijadikan pedoman dalam mendapatkan chromium secara alami melalui asupan diet sehari-hari.

Berikut beberapa jenis makanan yang baik mengandung chromium :

  • Brokoli
  • Kacang polong
  • Kentang
  • Jus jeruk
  • Daging sapi
  • Daging turkey
  • Ragi (minuman)
  • Apel
  • Pisang

Chromium trivalent lebih mudah ditemui dalam bentuk suplemen atau obat-obatan herbal. Biasanya bentuk chromium 3+ berupa senyawa chromium klorida, chromium nikotinat, chromium picolinate dan ragi tinggi-chromium. Umumnya kadar kandungan chromium ada di kisaran 50-200 mcg per sajian.

Manfaat Chromium

Beberapa tindakan medis yang memanfaatkan chromium sebagai bahan pengobatan lebih condong pada efek pencegahan. Perlu diingat dalam penelitian chromium ini sering kali terjadi perpecahan pandangan karena hasil-hasil dari subyek penelitian terkadang berbeda satu sama lain sehingga terapi-terapi pengobatan yang menggunakan chromium harus selalu dibawah pengawasan dokter atau ahli gizi. Meski demikian, beberapa terapi chromium sebagai tindakan pencegahan sering diberikan kepada pasien tipe 2 diabetes mellitus dan gangguan kardiovaskular.

Selain itu, chromium juga sering digunakan sebagai suplemen penambah massa otot dan penurun berat badan. Kedua tindakan ini harus selalu di bawah pengarahan ahli kesehatan karena bagaimanapun juga hasil yang diinginkan tidak bisa berdasarkan suplemen semata melainkan juga butuh kegiatan seperti diet terarah, latihan fisik serta kontrol berat badan.

Kekurangan chromium

Defisiensi atau kekurangan chromium pernah tercatat dari 3 orang pasien yang mendapatkan perawatan infus IV (intravenous) sebagai pengganti makanan dimana cairan infus tersebut tidak mengandung chromium sedikitpun. Dilaporkan terjadi kelainan pada fungsi metabolisme glukosa dan peningkatan kebutuhan insulin sejalan dengan menurunnya kadar chromium dalam tubuh.

Beberapa kesimpulan juga menyebutkan bahwa kekurangan chromium memperbesar resiko terjadinya diabetes tipe 2 dan bahwa atlet yang berlatih rutin cenderung membuang chromium sehingga disarankan memperoleh asupan suplemen chromium.

Selain itu belum banyak kesimpulan lain yang dapat diketengahkan karena terbatasnya penelitian yang dilakukan berhubungan dengan kekurangan chromium picolinate ini.

Keracunan Chromium

Institusi kesehatan menyarankan kadar chromium yang bisa ditolerir oleh tubuh berada pada batas maksimal 200 mcg per hari selama 6 bulan atau 1 tahun. Sayangnya masih belum ada informasi yang lengkap mengenai dampak asupan rutin chromium terus menerus. Beberapa kondisi bisa juga menyebabkan peningkatan prosentase absorpsi chromium yang tanpa disadari bisa menyebabkan berbagai gejala berlebihan chromium. Gejala-gejala tersebut diantaranya :

  • Mimisan
  • Frekuensi buang air kecil menurun
  • Bekas memar tanpa sebab
  • Kelelahan berat
  • Kehilangan selera makan
  • Mual muntah
  • Gangguan tidur
  • Kepala sakit dan pusing

Beberapa pihak juga mencurigai asupan chromium picolinate rutin dalam dosis tertentu berefek pada sistem transmisi neuron saraf. Artinya diduga chromium berpotensi menyebabkan berbagai perasaan depresi, kepribadian ganda ataupun penyakit schizophrenia yang kesemuanya menuntut kelancaran proses kimia transmisi antar reseptor saraf.


Kurangnya penelitian mendalam mengenai salah satu mineral nutrisi tubuh manusia ini menyebabkan banyak detail secara medis belum bisa dijelaskan terperinci mengenai chromium picolinate ini dalam pengenalan chromium sebagai salah satu mineral yang dibutuhkan oleh manusia.

Sumber chromium secara alami juga tidak terlalu banyak, atau belum terdata secara lengkap. Oleh karena itu, jarang terjadi kasus defisiensi maupun keracunan chromium yang bisa dianggap berbahaya bagi kesehatan secara pasti. Hanya saja, berbagai tindakan pencegahan selalu perlu diperhatikan apabila berencana menggunakan suplemen chromium agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan.

Penulis : HEF (dari berbagai sumber)




Incoming search terms:

  • chromium adalah
  • manfaat chromium
  • apa itu chromium
  • chromium picolinate adalah

Comments

comments