temu mangga kunir putih

Temu mangga atau Kunir Putih merupakan herbal dengan ciri khas umbinya yang berwarna kuning dan berbintik seperti jahe tetapi memiliki bau khas seperti bau mangga dan rasa pedas seperti jahe. Temu mangga disebut juga Curcuma amada Roxb. atau Curcuma mangga Val.. Temu mangga berasal di wilayah Indo-Malaya, dan secara luas didistribusikan di daerah tropis Asia ke Afrika dan Australia. Tanaman tumbuh hingga ketinggian 1 m, memiliki daun panjang 5 sampai 6 pasang dalam satu tanaman, dan rimpangnya 5-10 cm berdiameter 2-5 cm.

Kandungan Temu Mangga

Temu mangga mengandung banyak sekali zat kimia yang bermanfaat, diantaranya:

  1. Zat volatile: zat volatile adalah zat yang mudah menguap dan memberikan aroma khas pada temu mangga yaitu aroma mangga dan jahe. Ditemukan sekitar 68 zat volatile pada temu mangga yang mayoritas terdiri atas ikatan cis- dan trans- dari hydroocimene, ocimene dan
  2. Curcuminoid: zat curcuminoid merupakan zat khas yang terdapat pada rimpang. Curcuminoid yang banyak terdapat pada temu mangga adalah demethoxy curcumin dan bis-demethoxy curcumin.
  3. Fenolic: temu mangga mengandung banyak senyawa fenol seperti fenol bebas yaitu caffeic, gentisic, ferulic, gallik, cinnamik, protocatechuik dan sedikit syringik. Sedangkan senyawa fenol terikat teridiri atas asam ferulik, sinamik, kafeik, dan gentistik.
  4. Trepenoid: temu mangga mengandung trepenoid yang berfungsi sebgai anti bakteri dan antioksidan diantaranya viz. difurocumenonol, amadannulen dan amadaldehida

Khasiat dan Manfaat Temu Mangga

Temu mangga memiliki banyak khasiat dan manfaat secara farmakologis meski dari segi gizi kurang. Berikut manfaat temu mangga, diantaranya:

  1. Antioksidan: aktivitas antioksidan terdapat pada daun dan rimpang temu mangga. Daun temu mangga lebih memiliki efek antioksidan dibanding rimpangnya. Aktivitas antioksidan meliputi aktivitas melawan radikal superoksida, kegiatan pemulungan, aktivitas chelating logam dan lipid
  2. Anti-bakteri: menurut sebuah penelitian rimpang temu mangga menunjukan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli, Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus (Chandarana et al. 2005).
  3. Anti-jamur: Minyak atsiri dari rimpang temu mangga memiliki aktivitas antijamur. Zat Myrcene dan pinene merupakan komponen utama minyak atsiri yang bertanggung jawab untuk aktivitas antijamur terhadap berbagai jamur, yaitu Curvularia palliscens, Aspergillus niger, terreus, Fusarium moniliforme dan F. falcatum.
  4. Hypotriglyceridemic: temu mangga memiliki pengaruh pada kedua sintesis hati dan pembersihan darah berdasarkan penelitian pada tikus di India.
  5. Manfaat lain: SSP depresan dan aktivitas analgesik, antiinflamasi, mengobati gigitan serangga, anti ulcer, mengahangatkan tubuh, meningkatkan anfsu makan, ekspektoran dan lain sebagainya.

Bagian Temu Mangga Yang Bermanfaat

Bagian yang bermanfaat dari temu mangga adalah daun dan rimpangnya. Namun, rimpang temu mangga memiliki manfaat yang lebih populer selain karena pengolahannya yang relatif lebih mudah.

Efek Samping  Temu Mangga

Temu mangga pada umumnya aman untuk dikonsumsi oleh manusia dalam jumlah wajar. Sedangkan efek sampingnya belum diketahui sampai sekarang. Namun, jika mengalami gejala efek samping setelah mengkonsumsinya, maka disarankan untuk segera menghentikan pengggunaan kemudian berkonsultasi dengan dokter.

Dosis dan Cara Menggunakan Temu Mangga

Temu mangga belum memiliki dosis yang disepakati. Namun, perlu diingat bahwa sama seperti herbal lain bahwa walaupun temu mangga merupakan tanaman herbal dan alami. Temu mangga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Temu mangga dapat dikonsumsi dengan cara merebus menggunaka air atau susu, diparut kemudian dimakan, dalam bentuk ekstrak (bubuk) atau menjdi bahan tambahan makanan.




Incoming search terms:

  • temu mangga
  • manfaat temu mangga
  • khasiat temu mangga
  • kunyit mangga
  • manfaat kunyit mangga
  • cara mengolah temu mangga
  • khasiat kunyit mangga
  • manfaat kunir mangga

Comments

comments