Meniran merupakan salah satu herbal yang terkenal di Indonesia khususnya di Jawa. Meniran yang sering kita temui di Indonesia umumnya memiliki nama latin Phyllanthus niruri yang berasal dari genus Phyllanthus. Secara internasional meniran disebut juga Chanca piedra yang berasal dari bahasa spanyol. Phyllanthus merupakan genus tanaman yang memiliki karakteristik adanya bunga pada daunnya, sedangkan spesies niruri berarti membelah batu karena akarnya mampu menembus bebatuan.

meniranMeniran tumbuh di daerah tropis di seluruh dunia seperti hutan hujan Amazon, Bahama, India selatan, dan China. P. niruri cukup umum di Amazon dan hutan hujan basah lainnya, tumbuh dan menyebar secara bebas (seperti rumput liar). P. niruri sering diidentikan dengan P. amarus dan P. sellowianus dalam penampilan, struktur fitokimia, dan riwayat penggunaan, tetapi P. amarus dan P. sellowianus biasanya ditemukan di iklim tropis kering seperti India, Brasil, dan bahkan Florida dan Texas

Kandungan Nutrisi Meniran

Meniran mengandung zat-zat yang secara biologis aktif yang ditemukan di daun, batang, dan akar tanaman. Berikut zat aktif yang terdapat pada meniran, yaitu:

  • Lignan:  phyllanthine, hypophyllanthine, phyltetralin, lintetralin, niranthin, nirtetralin, nirphylline, nirurin, nirurisida.
  • Terpena:  Cymene, limonen, lupeol and lupeol asetat.
  • Flavonoid:  Quercetin, Quercitrin, Isoquercitrin, astragalin, rutin, physetinglucoside.
  • Lipid:  asam ricinoleat, asam dotriankontanoik, asam linoleat dan linolenat..
  • Benzenoids:  metilsalisilat ethil gallat, metil gallat.
  • Alkaloid:  Norsecurinine, 4-metoxy-Norsecurinine, entnorsekurinina, nirurin, pilantin, philokrisin.
  • Steroid:  Beta-sitosterol.
  • Alkana:  Triakontanal, Triakontanol.
  • Lainnya:  Vitamin C, tanin, saponin.

Khasiat dan Manfaat Meniran

Beberapa khasiat dan manfaat meniran adalah sebagia berikut:

  1. Antinosisptif atau anti-nyeri: Penelitian di Brazil menunjukan bahwa berbagai jenis senyawa yang diisolasi dari tanaman genus Phyllanthus,, flavonoid seperti quersetin dan rutin, tanin seperti geraniin dan furosin, benzenoid seperti etil dan metil gallat, dan fitosterol memiliki efek anti-nyeri pada tikus. Dengan begitu banyak senyawa penghilang rasa sakit yang berbeda aktif hadir dalam tanaman ini, para peneliti Brasil telah menunjukkan kemungkinan adanya efek sinergis antara beberapa molekul dalam ekstrak.
  2. Diuretik, hipotensi, dan hipoglikemik: Dalam studi di India pada tahun 1995 pada orang-orang yang menderita hipertensi yang diberikan kapsul meniran menunjukan bahwa terjadi penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik, peningkatan yang signifikan dalam volume urin dan ekskresi natrium. Penelitian lain pada penderita diabetes menujukan penurunana tekanan darah, kadar gula darah dan diuretik secara signifikan setelah diberikan tablet meniran selama 10 hari. Dari penelitian tersebut ditemukan juga bahwa zat fitokimia geranin berperan dalam efek positif tersebut.Dua penelitian lain dengan kelinci dan tikus mendokumentasikan efek hipoglikemik dari meniran pada hewan diabetes. Penelitian tersebut menunjukan bahwa meniran dapat membantu menghambat zat reduktase aldosa, merupakan zat yang bekerja pada ujung saraf yang terkena konsentrasi gula darh tinggi sehingga mengakibatkan diabetes neuropati dan degenerasi makula. Zat yang menghambat zat ini adalah asam elagic (ellagic acid) yang dapat mencegah beberapa ketidakseimbangan kimia yang terjadi dan dengan demikian melindungi saraf sehingga disebut sebagai sistem kekebalan stimulator.
  3. Mengobati hepatitis: Pada tahun 1988 Dr Baruch Blumberg, seorang herbalist yang menemukan antigen virus Hepatitis B melaporkan bahwa meniran dapat mengatasi carrier kronis Hepatitis B. Penelitian lainnya di Jepang dan India di tahun 1980-an telah menunjukkan manfaat penyembuhan meniran untuk hepatitis. Senyawa utama yang berperan adalah filantin, hipofilantin dan triakontanal.
  4. Membantu pengobatan HIV: Para ilmuwan dari Bristol-Myers Squibb Pharmaceutical Research Institute mengungkapkan bahwa zat nirusida membantu menghambat virus HIV. Sebuah organisasi penelitian Jerman menerbitkan studi pertama mereka bahwa meniran dapat membantu terapi HIV dengan menghambat sekitar 70-75% virus.
  5. Mengobati radang sendi: senyawa dibencylbutirolactone pada meniran terbukti menunjukan aktivitas anti inflamasi pada radang sendi kronis.
  6. Anti-kanker: Dalam beberapa studi hewan (serta dalam kultur sel), ekstrak meniran telah bermanfaat menghentikan atau menghambat mutasi sel (termasuk sel-sel hati). penelitian lain menunjukan bahwa meniran mampu menghambat beberapa proses enzimatis yang berperan dalam replikasi dan pertumbuhan sel kanker.
  7. Manfaat lain: melancarkan menstruasi, membantu menyembuhan gangguan saluran cerna, dan detoksifikan.

Bagian Meniran Yang Bermanfaat

Bagian batang, akar dan daun meniran memiliki efek herbal. Namun, daun meniran memiliki efek herbal paling populer. Meniran dapat dijumpai sebagai bahan segar, kering, teh, kapsul atau tablet herbal, atau bahan campuran suplemen dan obat.

Efek Samping Meniran

Meniran pada umumnya aman untuk dikonsumsi oleh manusia dalam jumlah wajar. Sedangkan efek sampingnya belum diketahui sampai sekarang. Namun, jika mengalami gejala efek samping setelah mengkonsumsinya, maka disarankan untuk segera menghentikan pengggunaan kemudian berkonsultasi dengan dokter.

Dosis  dan Cara Menggunakan Meniran

Meniran belum memiliki dosis yang disepakati. Namun, perlu diingat bahwa sama seperti herbal lain bahwa walaupun meniran merupakan tanaman herbal dan alami. Meniran tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Cara mengkonsumsi tanaman meniran bisa dengan cara diseduh seperti teh. Caranya tambahkan 1 sendok makan daun meniran kedalam 2-3 cangkir air panas lalu aduk dan tunggu hingga 15 menit. Kemudian airnya bisa diminum.




Incoming search terms:

  • manfaat meniran
  • daun meniran
  • meniran
  • manfaat daun meniran
  • khasiat meniran
  • khasiat daun meniran

Comments

comments