tembaga cu

Tembaga atau copper adalah salah satu nutrisi dasar yang membentuk jaringan hidup bagi manusia, hewan, tumbuhan hingga mikroorganisme dan berpengaruh besar bagi kesehatan. Bagi manusia khususnya, tembaga dalam jumlah tepat dibutuhkan untuk menjaga kelancaran produksi sel darah, jaringan saraf, sistem imun tubuh dan kekuatan tulang. Tembaga tidak dihasilkan sendiri oleh tubuh, karena itu harus selalu mendapatkan asupan rutin dalam diet sehari-hari.

Unsur logam dengan nomor atom 29 dengan lambang Cu ini aktif dalam tubuh dalam berbagai fungsi organ-organ vital dan proses metabolisme. Melalui mekanisme hemeostatik tubuh manusia secara otomatis akan mengatur penyerapan dan pembuangan tembaga sehingga tubuh terhindar dari kekurangan ataupun kelebihan kadar tembaga. Hanya saja, meski sedikit, kelebihan atau kekurangan bisa berbahaya bagi kesehatan manusia dan beberapa kondisi bisa memicu terjadinya hal tersebut.

Karena pentingnya kandungan tembaga dalam tubuh, pemerintahan berbagai negara selalu menekankan dan bahkan membuat peraturan kesehatan untuk menambahkan kandungan tembaga dalam susu formula bayi dan memasukan berbagai jenis makanan dengan kandungan tembaga yang baik sebagai bagian dari diet yang disarankan. Kebutuhan tembaga bagi manusia dewasa, anak-anak, wanita hamil serta menyusui masing-masing berbeda kuantitasnya, dipengaruhi oleh fungsi penyerapan maupun pengalokasian kandungan tembaga tersebut.

Tembaga bersama-sama dengan nutrisi lain, seperti kalsium dan zinc misalnya, berperan aktif dalam berbagai jenis protein dan metalloenzim yang menghasilkan fungsi-fungsi metabolisme yang mendasar bagi tubuh. Tembaga sendiri diserap oleh tubuh pada kisaran 15-90% dari kandungan tembaga dalam asupan makanan sehari-hari, tergantung pada jumlah kandungan tembaga, jenis senyawa tembaga dan komposisi makanan.

Sumber Tembaga

Tembaga hanya bisa masuk melalui makanan yang kita telan, karena itu pemilihan jenis makanan sangat penting untuk mendapatkan kecukupan asupan tembaga. Berbagai ragam makanan mengandung tembaga dalam kadar yang memadai, namun sebagai bahan masukan, kami sampaikan beberapa sumber terbaik dalam memperoleh nutrisi tembaga.

  • Kerang
  • Biji wijen
  • Kacang mete
  • Kedelai
  • Jamur shiitake
  • Biji bunga matahari
  • Tempe
  • Kacang polong
  • Kacang merah
  • Kacang Lima dan kacang walnut
  • Buah kering seperti raisin dan buah prune kering
  • Alpukat
  • Keju (terutama keju dari susu kambing)

Makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan laut secara umum menjadi sumber tembaga yang baik. Daging jeroan, jenis kacang-kacangan dan coklat, beras dan gandum dan beberapa buah-buahan seperti lemon dan anggur kering/raisin juga bisa dikategorikan baik sebagai sumber. Masih ada banyak sumber-sumber asupan tembaga lain seperti kentang, daging merah, jamur, sayuran hijau, kelapa, pepaya dan apel yang bisa dijadikan sumber alternatif yang cukup baik guna memperoleh kecukupan tembaga secara alami.

Manfaat Tembaga

Copper atau tembaga penting bagi pertumbuhan tubuh yang normal, perkembangan dan perawatan kesehatan tulang, jaringan-jaringan lunak, otak, jantung dan organ-organ vital lainnya. Tembaga secara langsung terlibat dalam produksi sel darah merah, penyerapan dan pemanfaatan zat besi, metabolisme kolesterol dan glukosa serta proses sintesa protein dan enzim-enzim. Enzim-enzim tersebut selanjutnya memproduksi energi dalam sel, mengatur transmisi sinyal-sinyal antar reseptor saraf, pengaliran darah dan juga transportasi oksigen dalam tubuh.

Dalam dunia kesehatan, berbagai terapi menggunakan tembaga sudah dikenal luas dan diyakini dapat memperbaiki berbagai gangguan kondisi kesehatan. Berikut ini beberapa penggunaan tembaga dalam pengobatan ataupun pencegahan gangguan kesehatan :

  • Gangguan pigmentasi kulit : tyrosinase yang merupakan salah satu bahan pembuat pigmen melanin (pigmen yang mewarnai rambut, kulit dan mata) merupakan hasil dari salah satu enzim yang diolah oleh tembaga.
  • Antioksidan : Tembaga menjadi antioksidan yang sangat baik, bersama zinc dalam sel darah ataupun bentuk enzim mengandung tembaga sebagai antioksidan yang banyak terdapat pada paru-paru atau jaringan organ lainnya.
  • Pengobatan Anemia
  • Perawatan selama masa hamil maupun menyusui
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Berbagai gangguan saraf
  • Menjaga kekuatan tulang

Kekurangan Tembaga

Umumnya, defisiensi tembaga ringan, masih bisa dialami sekitar 25% populasi meski menganut pola makan sehat sekalipun. Berbagai alasan menjadi pencetus kondisi kekurangan tersebut. Mulai dari masa perkembangan bayi yang mengalami gangguan pencernaan dan sulit menyerap tembaga secara maksimal misalnya, atau bisa juga dikarenakan proses modern makanan siap saji yang secara signifikan mengurangi beberapa nutrisi, dalam hal ini tembaga.

Beberapa kondisi tubuh juga bisa meningkatkan resiko defisiensi tembaga. Ibu hamil dalam triwulan awal akan menyerap tembaga jauh lebih besar dibandingkan kondisi normal. Hal ini disebabkan karena janin membutuhkan banyak sekali kandungan tembaga dalam proses pembentukan tulang, jaringan saraf dan sel-sel tubuh lainnya. Asupan tembaga dengan zat besi berbarengan juga bisa berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tembaga. Bagi orang yang mengalami kondisi berlebih zat besi cenderung mengalami kekurangan tembaga, dan proses ini berlaku dua arah. Bagi pasien yang baru saja menjalani operasi pembedahan atau menjalani terapi pengobatan kanker juga rentan mengalami kekurangan tembaga.

Kekurangan tembaga bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Beberapa diantaranya sebagai berikut :

  • Osteoporosis dan osteoarthitis
  • Reumatik atau radang sendi
  • Gangguan kardiovascular
  • Kanker kolon
  • Kondisi kronis dalam sistem saraf, jaringan lunak, jantung dan aliran sel darah.
  • Rentan terkena infeksi
  • Rasa lelah
  • Resiko terkena jantung koroner

Defisiensi atau kekurangan tembaga dapat dengan mudah diatasi dengan mengubah pola makan dan juga asupan tambahan suplemen meski disarankan dalam pengawasan ahli medis karena kekurangan maupun kondisi berlebihan tembaga bisa merugikan kesehatan.

Keracunan Tembaga

Kondisi dimana kadar tembaga melebihi ambang batas normal biasanya dapat diatasi oleh tubuh secara mandiri melalui sistem hemeostatis. Hanya saja, apabila terjadi secara terus menerus, tembaga akan menumpuk pada organ ginjal dan pada akhirnya bisa merusak jaringan lunak tubuh. Bagian tubuh lain seperti tulang, susunan saraf utama dan sistem imun tubuh juga bisa rusak karena berlebihan tembaga.

Terkadang, interaksi antara tembaga dengan zat lain, misalnya zat besi atau zinc, juga bisa menyebabkan kondisi keracunan atau gangguan kesehatan lainnya. Misalnya saja, kondisi dimana tubuh mengalami kelebihan kadar tembaga bisa melecut terjadinya anemia dikarenakan tubuh kurang menyerap zat besi.

Berikut ini beberapa gejala gangguan kesehatan yang mungkin disebabkan oleh berlebihnya kadar tembaga dalam tubuh :

  • Anemia
  • Gangguan lambung
  • Mual-mual dan muntah
  • Diare
  • Kerusakan jaringan ginjal
  • Gagal ginjal

Menurut berbagai kesimpulan medis, kondisi defisiensi tembaga lebih berbahaya dan lebih sering terjadi daripada kondisi berlebihan tembaga yang mengakibatkan keracunan. Hal ini diamini berbagai pihak karena berbagai penelitian juga menemukan fakta bahwa ginjal lebih rentan rusak akibat kekurangan tembaga daripada kelebihan. Sekalipun demikian, untuk mengkonsumsi suplemen berbasis tembaga disarankan untuk mendapatkan pengawasan ahli kesehatan terlebih dahulu guna menghindari dampak merugikan yang mungkin juga terjadi.


Tembaga yang merupakan salah satu zat logam yang dibutuhkan oleh sel jaringan hidup penting juga bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Berbagai enzim dan proses metabolisme terkait erat dengan kandungan tembaga dalam tubuh. Oleh karena itu melalui pengenalan tembaga atau copper ini diharapkan kita bisa memilah jenis asupan yang dibutuhkan bilamana tubuh memerlukan tambahan kandungan tembaga dan sedikit lebih memahami proses kerja tembaga dalam tubuh.

Berbagai dampak merugikan bisa ditimbulkan oleh kekurangan tembaga maupun kondisi berlebihan tembaga dalam tubuh. Mengingat hal tersebut, disarankan selalu menjaga kondisi kesehatan dan ikuti petunjuk tenaga ahli sebelum mendayagunakan berbagai manfaat tembaga bagi tubuh melalui asupan berbagai sumber-sumber tembaga alami ataupun suplemen tambahan sehingga tidak terjadi efek samping yang malah merugikan kesehatan.

Penulis : HEF (dari berbagai sumber)


Incoming search terms:

  • manfaat tembaga
  • sumber tembaga
  • pemanfaatan tembaga
  • fungsi tembaga

Comments

comments