fosforus

Penamaan fosforus berasal dari legenda Yunani kuno yang juga melambangkan planet Venus yang memiliki arti si pembawa cahaya. Hal ini tidak terlepas karena unsur fosforus pertama kali ditemukan dalam bentuk fosfor, yang berasal dari olahan urine manusia dan berwarna keputih-putihan namun mengeluarkan cahaya dalam gelap. Melalui berbagai tahap pengembangan dan penelitian fosforus menjadi salah satu mineral penting dalam kehidupan manusia, baik dari segi industri, teknologi maupun kesehatan.

Fosforus

Kaitannya dengan kesehatan manusia, penelitian fungsi dan keberadaan fosforus dalam tubuh manusia terus berkembang. Fakta yang sederhana misalnya bahwa peringkat kedua mineral terbanyak di tubuh manusia adalah fosforus, di bawah Kalsium. Kedua mineral utama ini bekerja erat dalam membentuk dan memelihara kekuatan tulang dan gigi manusia. Sebesar 85% fosforus terpusat pada jaringan tulang dan gigi, sisanya menyebar ke seluruh tubuh dalam jaringan lunak dan sel-sel tubuh manusia.

Fosforus sebagai unsur kimia dengan lambang P ini bersifat sangat reaktif sehingga jarang ditemukan fosforus dalam bentuk tunggal. Termasuk dalam tubuh, unsur fosforus biasa terikat dengan kimia lain dengan membentuk berbagai senyawa atau molekul yang kemudian aktif dalam tugasnya masing-masing. Bentuk senyawa fosforus yang paling dikenal dan aktif dalam tubuh manusia adalah fosfat atau phospat. Fosforus dalam bentuk tunggalnya bewarna putih kekuning-kuningan dan terbakar ketika berada di udara terbuka. Fosforus dalam bentuk ini sangat beracun dan penggunaannya harus selalu dalam pengawasan ahli medis.

Karena sifatnya yang sangat reaktif tadi, untuk mengkonsumsi suplemen fosforus atau fosfat, disarankan selalu meminta petunjuk tenaga ahli kesehatan terlebih dahulu. Selain itu, efek samping dari fosforus juga tidak bisa dipandang remeh karena bisa berbahaya bagi kesehatan. Secara umum juga disarankan untuk menjaga kadar asupan kalsium dan fosforus yang seimbang dalam pola diet kita.

Sumber Fosforus

Fosforus mudah ditemukan dalam berbagai sumber pangan manusia karena hampir semua jenis makanan mengandung fosforus. Malah, berbagai kalangan memandang ancaman berlebihan asupan fosforus lebih besar resikonya dan lebih membahayakan bagi manusia.

Fosforus yang terkandung dalam jenis daging-dagingan hewani lebih mudah diserap oleh tubuh manusia dibandingkan fosforus yang secara alami terkandung dalam tanam-tanaman pangan dimana fosforus yang dapat diserap hanya sebesar 50% maksimal. Meski demikian, beberapa penelitian menyebutkan bahwa fosforus berasal dari tumbuh-tumbuhan tetap lebih baik daripada yang berasal dari hewan.

Berikut ini beberapa sumber fosforus yang dikenal mengandung fosforus baik :

  • Kuaci / biji bunga matahari / Biji wijen
  • Keju
  • Ikan salmon / mackarel / tuna / ikan bandeng
  • Kerang / Udang / Kepiting
  • Kacang-kacangan
  • Daging
  • Susu / Yoghurt dan olahan susu lainnya
  • Tahu / Tempe / Olahan kacang kedelai lainnya
  • Cereal

Manfaat Fosforus

Fosforus banyak berfungsi dalam sistem filterasi racun pada ginjal dan memegang peranan penting dalam proses menyimpan atau mendayagunakan energi tubuh. Fosforus juga mengurangi rasa sakit dan keletihan otot setelah bekerja berat. Selain itu, fosforus juga dibutuhkan dalam proses pertumbuhan, perawatan serta perbaikan seluruh jaringan lunak dan sel-sel tubuh, penyusunan rantai DNA dan RNA. Fosforus juga berperan sebagai penyeimbang dan membantu penyerapan berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin D, yodium, magnesium serta seng.

Komponen utama dari jaringan tulang adalah hydroxyapatite yang merupakan salah satu turunan kalsium fosfat. Enamel gigi juga tersusun dari hydroxyapatite. Keduanya terbentuk dari ikatan antara kalsium dengan fosfat. Tanpa keduanya, manusia tidak akan memiliki tulang atau gigi yang sehat dan kuat.

Fosfat bahkan bisa disebut komponen utama bagi makhluk hidup karena fosforus menjadi kerangka bagi susunan DNA / RNA dimana fosforus bertugas menyusun rangka terstruktur yang dibutuhkan bagi DNA maupun RNA. Sel-sel hidup secara aktif melakukan perpindahan energi melalui trifosfat adenosina (ATP). Fosfolipid atau lemak fosfat menjadi komponen struktural bagi pembentukan membran-membran sel tubuh dan garam kalsium fosfat bertugas menjadikan tulang-tulang menjadi kaku dan tegak.

Kekurangan Fosforus

Kekurangan asupan fosforus atau sering disebut hypofosfatemia jarang ditemukan dikarenakan tubuh secara alami meningkatkan kemampuan penyerapan fosforus saat asupannya terlalu sedikit. Meski demikian, beberapa gejala hypofosfatemia tetap perlu diwaspadai karena berhubungan dengan penyerapan-penyerapan vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan juga oleh tubuh.

Berikut ini gejala-gejala yang bisa disebabkan karena kekurangan fosforus dalam tubuh :

  • Kehilangan selera makan
  • Anemia
  • Otot lemah
  • Nyeri pada tulang
  • Tulang rapuh
  • Mudah terserang penyakit
  • Rasa kebas
  • Kesulitan berjalan
  • Gangguan pernafasan

Biasanya kondisi kekurangan fosforus ini lebih disebabkan oleh faktor genetika karena hypofosfatemia merupakan kondisi genetika keturunan. Selama pola makan kita tidak bersifat ekstrim, kecukupan fosforus dalam tubuh biasanya baik.

Keracunan Fosforus

Keracunan fosforus seringnya disebabkan oleh berlebihan kadar fosforus dalam tubuh dimana total fosforus yang normal berada dalam tubuh bisa mencapai kurang lebih dari 1% dari berat badan. Kondisi berlebihan fosforus yang terjadi lebih berbahaya bagi kesehatan daripada kekurangan fosforus dalam tubuh. Penyebab utama berlebihan fosforus adalah gagalnya fungsi ginjal secara normal dan asupan berlebih fosforus baik dalam bentuk suplemen maupun pola diet sehari-hari yang mengandung fosforus lebih besar dibandingkan kalsium. Semakin tinggi asupan fosforus harus diikuti dengan meningkatnya asupan kalsium. Keseimbangan antara kedua mineral ini diperlukan untuk menjaga kondisi kekerasan tulang dan gigi yang tepat serta pencegahan terjadinya osteoporosis di masa tua.

Beberapa penelitian menyimpulkan, meski belum dipastikan seberapa akurat kesimpulan tersebut, kalau kondisi berlebihan fosforus juga bisa menyebabkan gangguan kardiovaskular. Selain itu beberapa interaksi dengan pengobatan lain perlu mendapatkan perhatian lebih. Misalnya meminum obat antasida yang berbasis aluminium berbarengan dengan suplemen fosforus dapat menyebabkan berkurangnya penyerapan fosforus akibat terbentuk senyawa alumunium fosfat yang tidak dapat diproses oleh tubuh. Begitu juga suplemen berkandungan potasium bisa menyebabkan berlebihnya serapan potasium dalam darah yang selanjutnya bisa menyebabkan detak jatung yang tidak beraturan dan membahayakan jiwa.


Fosforus sebagai salah satu mineral yang memiliki porsi terbanyak dalam tubuh manusia mudah didapatkan dan diserap melalui berbagai sumber-sumber fosforus alami yang berasal dari susu, daging, serta buah-buahan dan sayur-mayur. Karena mudah didapat, resiko kekurangan fosforus sangatlah kecil terutama bagi kondisi normal.

Keracunan fosforus lebih umum terjadi selain karena berlebihnya kandungan fosfat dalam tubuh ataupun interaksi fosforus dengan mineral lain yang memiliki efek samping yang kurang baik bagi kesehatan. Diharapkan melalui pengenalan fosforus kita bisa lebih dekat dan memahami pola kerja fosfat dalam tubuh manusia sehingga dapat menghindari kerugian yang mungkin mengganggu serta memaksimalkan manfaat fosforus bagi kesehatan kita.

Penulis : HEF (dari berbagai sumber)


Incoming search terms:

  • sumber fosfor
  • Fosforus
  • fungsi fosforus

Comments

comments