arsenik

Arsenik lebih dikenal sebagai racun yang membahayakan tubuh. Dalam berbagai film, arsenik sering menjadi kambing hitam atas meninggalnya seseorang seteh zat ini masuk ke dalam tubuh. Tapi perlu dipahami, sebenarnya mineral ini memiliki efek racun yang cukup rendah dibanding berbagai logam lain. Dalam paparan jangka panjang pada tubuh dapat memengaruhi kromosom dan menyebabkan kanker. Dalam jumlah kecil mungkin berguna bagi tubuh. Arsenik dalam jumlah yang lebih tinggi banyak ditemukan pada hewan ketimbang manusia.

Arsenik dalam bentuk alami atau organik disebut dengan arsenates. Arsenik yang datang dari dalam bumi dan makanan namun tidak dengan mudah meracuni tubuh. Keberadaannya dapat diatasi oleh sistem tubuh dan disaring lewat ginjal. Namun yang menjadi masalah adalah arsenik anorganik yang dipakai dalam industri, seperti dalam bentuk arsenik trioksida. Arsenik seperti ini menimbulkan efek racun bagi tubuh.

Penumpukan arsenik sering ditemukan pada kulit, rambut, dan kuku. Kalau terjadi penurunan fungsi ginjal, dimungkinkan jumlah arsenik meningkat karena tidak bisa dibuang. Normalnya, tubuh memiliki 10-20 miligram zat ini. Jika jumlahnya lebih dari itu, dimungkinkan akan muncul efek racun. Penyerapan arsenik oleh usus termasuk rendah, yaitu kurang dari 5 persen dari total yang masuk. Pengeluaran dari tubuh melalui urin dan tinja.

Sumber Arsenik

Arsenik hadir dalam jumlah kecil pada tanah. Sehingga, dimungkinkan arsenik ikut masuk ke dalam makanan yang tumbuh dari tanah dan masuk ke tubuh manusia dalam kadar rendah. Untuk hewan laut, arsenik ditemukan pada sebagian besar hewan laut seperti kerang dan tiram. Kadang hadir pula pada daging.

Dalam bentuk anorganik, arsenik dapat ditemukan pada obat pembunuh gulma dan beberapa insktisida. Terutama, zat tersebut muncul dalam bentuk timbal aresenat.

Manfaat Arsenik

Arsenik tidak diketahui manfaatnya bagi tubuh. Namun zat ini justru harus dihindari agar paparannya tidak terlampau besar masuk ke dalam tubuh. Arsenik yang datang secara alami lebih mungkin dieliminasi oleh tubuh sehingga menghindari efek toksik, ketimbang paparan yang hadir secara kimiawi. Sejak zaman kuno, arsenik disalahgunakan untuk membunuh manusia karena sifatnya yang meracuni kalau berlebihan dalam tubuh.

Dalam beberapa studi, arsenik mungkin meningkatkan umur tikus lebih lama. Namun ini belum dibuktikan pada manusia. Arsenik mungkin dapat menggantikan fosfor dan fosfat, tapi tidak diketahui perubahan fisiologis yang pasti.

Kekurangan Arsenik

Tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa kekurangan arsenik bisa memengaruhi kesehatan. Lebih disarankan jumlah arsenik dalam tubuh selalu dalam kadar rendah.

Keracunan Arsenik

Rata-rata asupan arsenik alami yang normal adalah 1 miligram dan bisa ditoleransi tubuh. Namun saat arsenikk mulai meracuni tubuh, gejala yang dimungkinkan terjadi adalah kerontokan rambut, dermatitis, diare, sakit kepala, bingung, sakit otot, masalah dalam sel darah merah dan putih, gejala neurologis, hingga kerusakan hati maupun ginjal. Paparan gas arsine bisa meracuni paru-paru dan ginjal hingga berujung dengan kefatalan.


Incoming search terms:

  • arsenik
  • sumber arsenik
  • sumber Arsen
  • racun arsenik

Comments

comments

Tagged: