perbedaan vitamin dan suplemen

Istilah vitamin mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ada yang mengasosiasikan vitamin sebagai obat penambah nafsu makan. Ada pula yang menganggap vitamin sebagai suplemen. Lalu, Apakah pengertian vitamin yang sebenarnya?.

Vitamin adalah senyawa organik kompleks yang biasa ditemukan dalam makanan yang berfungsi mengatur proses metabolisme tertentu dalam tubuh. Vitamin termasuk zat gizi mikronutrien bersama dengan mineral. Disebut mikronutrien karena jumlahnya dalam satu porsi makanan hanya sedikit dibanding makronutrien (karbohidrat, protein dan lemak). Contohnya adalah sebuah roti gandum dengan berat 38 gram hanya mengandung 1,48 mg vitamin. Sebuah vitamin menurut Schiff (2011) memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Tidak dapat dibuat oleh tubuh atau dapat dibuat dalam jumlah terbatas oleh tubuh sehingga tidak cukup untuk mempertahankan derajat kesehatan
  • Senyawa alami yang terdapat dalam makanan
  • Terjadi tanda-tanda atau gejala masalah kesehatan atau gangguan defisiensi ketika asupan dari makanan kurang dan dapat dipulihkan ketika asupan ditingkatkan kembali

Klasifikasi dan Jenis Vitamin

Ada banyak jenis vitamin yaitu vitamin yang sering kita sebut menggunakan abjad huruf yaitu vitamin A, B, C (asam askorbat), D (kalsiferol), E (alfa-tokoferol) dan K (philoquinone atau menadion). Selain itu ada juga jenis vitamin lain yaitu biotin, kolin dan asam folat. Walaupun banyak perdebatan yang menyebutkan kalau kolin bukanlah vitamin melainkan sebuah zat yang secara kimiawi mirip vitamin. Vitamin B awalnya diidentifikasi sebagai satu ikatan kimia saja, namun kemudian ditemukan beberapa jenis ikatan kimia dari vitamin B seperti B-1 (thiamin), B-2 (riboflavin), B-3 (niasin), B-5 (asam pantothenat), B-6 (piridoksin) dan B-12 (kobalamin). Semua vitamin tersebut digolongkan menjadi 2 kelompok besar yaitu vitamin larut air dan tidak larut air. Vitamin larut air terdiri atas vitamin A, D, E dan K, sedangkan yang tidak larut air ada vitamin B, vitamin C, asam folat dan biotin.

Fungsi Vitamin

Vitamin memiliki banyak fungsi yang khusus. Secara garis besar fungsi vitamin adalah sebagai berikut:

  1. Membantu metabolisme energi, yaitu: Thiamin, riboflavin, niasin, asam pantothenat, biotin, vitamin B-12 dan vitamin B-6.
  2. Membantu metabolisme asam amino, yaitu: vitamin B-6, folat, vitamin B-12, vitamin C dan kolin.
  3. Fungsi kekebalan tubuh atau imunitas, yaitu: vitamin A, vitamin C, vitamin D dan vitamin E.
  4. Pertumbuhan dan perkembangan, yaitu: vitamin A, vitamin D dan kolin.
  5. Zat pembentuk darah dan pembekuan, yaitu: vitamin B-6, vitamin B-12, folat, riboflavin (vitamin K).
  6. Antioksidan, yaitu: vitamin E, vitamin C dan karotenoid.

Sumber Vitamin

Semua sumber makanan baik itu tumbuhan, hewan, jamur bahkan bakteri dapat menjadi sumber vitamin dalam makanan kita sehari-hari. Selain dari makanan, suplemen juga dapat menjadi sumber vitamin bagi tubuh. Suplemen dihasilkan dari sintesis sumber makanan ataupun bakteri dan alga yang dapat memproduksi vitamin di laboratorium. Vitamin dalam bentuk suplemen memiliki struktur kimia dan fungsi yang sama dengan vitamin dari makanan. Kecuali, vitamin E yang diperoleh dari asupan makanan lebih bermanfaat bagi tubuh dibandingkan dari suplemen. Di sisi lain, asam folat sintetis yang dimasukan kedalam terigu dan sereal memiliki manfaat yang sama dengan yang alami dari makanannya.

Penyerapan Vitamin

Vitamin diserap oleh tubuh di usus halus. Penyerapan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan vitamin tersebut. Peningkatan kebutuhan biasanya terjadi pada periode pertumbuhan pada anak dan remaja, kehamilan dan menyusui. Penyerapan vitamin juga dapat dibantu oleh zat gizi lain contohnya lemak dapat memfasilitasi penyerapan vitamin larut lemak (vitamin A, D, E dan K). Di sisi lain penyerapan vitamin juga dapat terhambat sehingga mengalami defisiensi atau kekurangan, contohnya pada penderita penyakit cystic fibrosis yangmana penderitanya mengalami gangguan penyerapan lemak dapat mengakibatkan penderita tersebut mengalami defisiensi vitamin larut lemak.


Incoming search terms:

  • pengertian vitamin
  • penggolongan vitamin

Comments

comments