Juniper adalah tanaman liar yang tumbuh di beberapa bagian Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Ada banyak jenis juniper. Genus Juniperus mencakup 60 sampai 70 spesies, tapi Juniperus communis adalah yang paling umum dan dikenal sebgai buah juniper. Buah Juniper memiliki kulit berwarna biru-hitam dan daging buahnya kemerahan jika sudah matang. Dibutuhkan waktu lama hingga beberapa tahun bagi juniper untuk memiliki buah yang matang. Walaupun sekilas terlihat seperti berry-berry-an, juniper bukanlah anggota berry. Orang menggunakan berry juniper untuk membuat obat. Bentuknya termasuk ekstrak dan minyak esensial. Selain dikonsumsi, juniper banyak digunakan sebagai pohon hias.

Kandungan Nutrisi Juniper

Zat gizi pada juniper termasuk tembaga, kromium, kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, kalium dan vitamin C. Juniper juga mengandung tanin, gula, flavonoid glikosida, resin, tar dan terpene.

Manfaat dan Khasiat Juniper

Baik buah juniper maupun minyak essensial serta ekstraknya memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Peningkatan Pencernaan
    Jika anda mengalami mulas dan gangguan pencernaan, juniper dapat membantu meringankan ketidaknyamanan tersebut. Juniper adalah salah satu dari sekelompok tumbuhan astringent karena rasa agak pahit mereka. The University of Michigan menyatakan salah satu manfaat utama dari sayur dan buah pahit adalah kemampuan mereka untuk memperbaiki pencernaan. Ketika memakannya, rasa pahit menyebabkan air liur, enzim pencernaan dan sekresi asam lambung meningkat. Peningkatan cairan tubuh yang diperlukan untuk pencernaan membantu turunnya makanan sehingga meningkatkan pencernaan.
  • Properti diuretik
    Selain meningkatkan pencernaan secara keseluruhan, buah juniper dapat meredakan gejala kembung dan retensi air. Menurut University of Michigan, juniper adalah diuretik yang dapat meningkatkan output urin. Diuretik berguna ketika mencoba untuk memerangi retensi kelebihan air dalam tubuh, yang sering disebabkan oleh makan terlalu banyak natrium (garam) atau dari peradangan dan cedera. Karena sifat diuretik itulah, juniper dapat mencegah infeksi saluran kemih dengan membantu untuk mengeluarkan racun dan bakteri dalam sistem kemih.
  • Anti-mikroba dan anti-jamur
    Menurut para peneliti di Shiraz University of Medical Sciences, juniper dapat memerangi bakteri gram negatif dan positif. Bakteri Gram-negatif merupakan penyebab untuk E. coli, pneumonia dan gonorea, sedangkan bakteri gram positif adalah Staphylococcus aureus. S. aureus adalah bakteri penyebab infeksi di rumah sakit dan sering resisten terhadap antibiotik. Karena obat-obatan sering tidak efektif untuk mengobati bakteri resisten, juniper bisa menjadi alternatif yang efektif untuk membantu melawan infeksi.
  • Peran sebagai Antioksidan
    Menurut sebuah penelitian buah juniper mengandung antioksidan berjumlah tinggi. Senyawa ini membantu untuk menetralisir radikal bebas dalam tubuh yang dapat mengarah pada pengembangan penyakit seperti kanker, arthritis dan penyakit kardiovaskular. Antioksidan juga menjaga keremajaan dan kesehatan kulit seperti memerangi keriput, membantu dalam regenerasi sel dan mengurangi peradangan.

Bagian Juniper yang Bermanfaat

Bagian yang bermanfaat dari juniper adalah buahnya. Buah juniper dapat dimanfaatkan dalam bentuk buah segar, kering, minyak ssensial ataupun ekstrak.

juniper

Efek Samping Juniper

Juniper aman untuk kebanyakan orang dewasa ketika diminum sebagai obat dalam jangka pendek, ketika dihirup sebagai uap, atau bila diterapkan pada kulit dengan cakupan yang tidak terlalu luas.

Menggunakan juniper pada kulit yang terlalu luas dapat menyebabkan beberapa efek samping termasuk iritasi, terbakar, kemerahan, dan bengkak.

Menggunakan juniper dalam jangka panjang untuk dikonsumsi dalam dosis tinggi adalah tidak aman karena dapat menyebabkan masalah ginjal, kejang, dan efek samping yang serius lainnya.

Beberapa keadaan mendorong individu untuk membatasi bahkan disarankan untuk tidak mengkonsumsi juniper, diantaranya:

  • Kehamilan dan menyusui: Tidak aman untuk mengkonsumsi juniper jika sedang hamil atau mencoba untuk hamil. Efek Juniper pada rahim dapat mengganggu kesuburan atau menyebabkan keguguran. Hal ini juga yang terbaik untuk menghindari penggunaan juniper jika menyusui. Tidak cukup diketahui tentang bagaimana juniper dapat mempengaruhi bayi dan ibu menyusui.
  • Diabetes: Juniper dapat menurunkan gula darah. Ada beberapa kekhawatiran bahwa mungkin menurunkan gula darah terlalu banyak pada orang dengan diabetes.
  • Gangguan lambung dan usus: Juniper bisa mengganggu lambung dan usus, membuat gangguan di organ-organ ini lebih buruk.
  • Tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah: Juniper dapat mempengaruhi tekanan darah dan bisa membuat kontrol tekanan darah lebih sulit.
  • Bedah: Juniper dapat mempengaruhi kadar gula darah, membuat kontrol gula darah lebih sulit selama dan setelah operasi. Berhenti menggunakan juniper minimal 2 minggu sebelum operasi dijadwalkan.

Dosis Juniper

Tidak ada studi klinis mengenai dosis yang aman unuk mengkonsusmi juniper. Namun, penggunaan klasiknya untuk minyak essensial adalah 20 – 100 mg minyak esensial, atau 2 – 10 g berry untuk dispepsia, diuretik, atau emmenagogue (untuk merangsang aliran menstruasi).

Cara Menggunakan Juniper

Juniper dapat digunakan dengan berbagai variasi, diataranya:

  • Buah juniper dapat digunakan sebagai campuran salad, kue, es krim dan makanan lain.
  • Jus dan infused water.
  • Minyak esensial dapat dimanfaatkan seperti aromaterapi dengan cara menambahkan minyak essensial juniper pada alat aromaterapi. Atau dengan cara ditambahkan air panas kemudian kita hirup uapnya. Ketika telah dingin, airnya juga dapat diminum.



Incoming search terms:

  • buah juniper

Comments

comments