beluntas

Beluntas merupakan salah satu herbal yang memiliki hubungan dekat dengan aster. Memiliki nama latin Pluchea indica, biasanya hidup di dataran rendah, lahan basah, rawa payau pesisir, mangrove dan daerah pasang surut. Beluntas juga kadang-kadang ditemukan di kawasan pedalaman hutan tetapi spesies ini tidak menyukai daerah hutan padat yang teduh. Beluntas berbentuk tegak, banyak cabang, daun lonjong dan dapat tumbuh 1 sampai 2 meter. Beluntas berasal dari Asia mulai dari India ke arah timur ke Cina, Filipina, Indonesia dan Australia bagian utara, tetapi telah di naturalisasi di banyak pulau di Samudra Pasifik.

Kandungan Beluntas

Beluntas mengandung senyawa kimia yang bermanfaat bagi tubuh seperti senyawa fenol termasuk flavonoid, tannin, asam fenol, fenil propanoid dan kalkhon. Selain itu bluntas juga mengandung sesquiterpenoid, monoterpena, lignan glicosida and triterpenoid.

Khasiat dan Manfaat Beluntas

  1. Anti-inflamasi: akar beluntas menunjukkan aktivitas penghambatan yang signifikan terhadap carrageenin-, histamine-, serotonin-, hyaluronidase dan natrium yang disebabkan peradangan sendi.
  2. Antimikroba: hasil penelitian menunjukkan beluntas ampuh terhadap E coli dan K pneumonia. Hasil penelitian lain juga menunjukkan kemungkinan menggunakan beluntas sebagai terapi alternatif dalam pengobatan infeksi saluran kemih.
  3. Gastroprotektif: Fraksi metanol. ekstrak akar beluntas ditemukan memiliki aktivitas antiulcer pada model hewan percobaan yang berbeda. Hal ini menunjukkan tindakan protektif yang signifikan dalam asam asetilsalisilat, serotonin dan lesi lambung yang diinduksi indometasin pada tikus percobaan.
  4. Antioksidan: Studi ekstrak akar menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan terhadap kaki edema diinduksi glukosa oksidase, penghambatan generasi radikal hidroksil dan superoksida, peroksidasi lipid yang diinduksi CCl4 dan aktivitas dioksigenase.
  5. CNS depresan: Studi ekstrak akar menunjukkan tindakan depresan kuat terhadap sistem sarap pusat yang ditandai dengan dengan perubahan pola perilaku, penurunan motilitas spontan, perpanjangan tidur yang diinduksi pentobarbiton dan mengurangi perilaku agresif.
  6. Manfaat lain: meningkatkan pengeluaran insulin pada pasien diabetes, membantu mengobati kanker, mengobati gigitan nyamuk dan ular, melindungi hati dari kerusakan dan lain sebaginya.

Bagian Beluntas Yang Bermanfaat

beluntasDaun beluntas mengandung alkaloid, tannin, natrium, minyak atsiri, kalsium, flafonoida, magnesium, dan fosfor. Sedangkan akarnya mengandung flafonoida dan tannin. Daun beluntas berbau khas aromatis dan rasanya getir dan menyegarkan, berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan, membantu melancarkan pencernaan, meluruhkan keringat, menghilangkan bau badan dan bau mulut, meredakan demam, nyeri tulang, sakit pinggang, dan keputihan; sedangkan akar beluntas berkhasiat sebagai peluruh keringat dan penyejuk. Daun beluntas juga dapat dikonsumsi sebagai lalaban atau dikukus. Kadar minyak atsiri daun beluntas 5% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan pada kadar 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherechia coli.

Efek Samping Beluntas

Beluntas pada umumnya aman untuk dikonsumsi oleh manusia dalam jumlah wajar. Sedangkan efek sampingnya belum diketahui sampai sekarang. Namun, jika mengalami gejala efek samping setelah mengkonsumsinya, maka disarankan untuk segera menghentikan pengggunaan kemudian berkonsultasi dengan dokter.

Dosis  dan Cara Menggunakan Beluntas

Beluntas belum memiliki dosis yang disepakati. Namun, perlu diingat bahwa sama seperti herbal lain bahwa walaupun beluntas merupakan tanaman herbal dan alami. Beluntas tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Beluntas dapat dikonsumsi dengan cara diseduh, digodog atau dijadikan teh herbal. sedangkan minyak essensialnya dapat juga dioleskan ke bagian permukaan kulit yang digigit serangga.

 


Incoming search terms:

  • efek daun beluntas
  • kandungan daun beluntas
  • efek samping daun beluntas
  • kandungan beluntas
  • manfaat daun beluntas

Comments

comments